AYAT-AYAT AL-QUR’AN DAN HADIST TENTANG
PENDIDIKAN
1.
Surat
Al-a’alq ayat 1-5:
اقْرَأْ
بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ {1} خَلَقَ الإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ {2} اقْرَأْ
وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ {3} الَّذِي عَلَّمَ ابِالْقَلَمِ {4} عَلَّمَاْلإِنسَانَ
مَالَمْ يَعْلَمْ {5}
Artinya
:”Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan, Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan tuhanmu lah yang paling
pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.Dia mengajar kepada
manusia apa yang tidak diketahui.
2.
Surat
Al-Mujadalah ayat 11:
يَرْفَعِ
اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَا.... .
Artinya :”Allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan.”(QS.Al-Mujadalah:11)
3.
Surat Thoha ayat 114:
وَقُل رَّبِّ
زِدْنِي عِلْمًا
Artinya :”Dan katakanlah (olehmu muhammad),”ya
tuhanku, tambahkan kepadaku ilmu pengetahuan.”
4. Surat Shod ayat 29:
كِتَابٌ
أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا ءَايَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ
أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ {29}
Artinya :”ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan
kepadamu penuh dengan keberkahan supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya, dan
supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.”
5. Surat Lukman ayat 14
وَوَصَّيْنَا
اْلإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ
فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَىَّ الْمَصِيرُ {14}
Artinya :
” [Ayat
14] Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang
ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan
kepada kedua dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.
6. Surat Lukman ayat 15
وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَى أَن تُشْرِكَ
بِي مَالَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا
مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ
أَنَابَ إِلَىَّ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ
فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ {15}
[Ayat 15] Dan jika keduanya memaksamu
untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang
itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia
dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya
kepada-Ku lah kembalimu, maka kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu
kerjakan….
7.
Surat Lukman
ayat 16
يَابُنَيَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ
مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ
أَوْ فِي اْلأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللهُ إِنَّ اللهَ
لَطِيفٌ خَبِيرٌ {16}
[Ayat 16] (Luqman berkata): “Hai
anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada
dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan
mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha
Mengetahui.
8.
Surat Lukman
ayat 17
يَابُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاَةَ
وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَآأَصَابَكَ
إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ اْلأُمُورِ {17}
[Ayat 17] Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik
dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa
yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang
diwajibkan (oleh Allah).
9.
QS: As Shafaat:
102
Yang artinya: “Maka ketika anak itu sampai (pada
umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku!
Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana
pendapatmu!” Dia (Isma‘il) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang
Diperintahkan (Allah) kepadamu; Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk
orang yang sabar.”
Ayat ini mengajarkan kepada kita tentang makna “metodologi”
pendidikan pada anak. Yang mana ayat ini mengisahkan dua hamba Allah
(Bapak-Anak), Ibrahim dan putranya Ismail AS terlibat dalam suatu diskusi yang
mengagumkan. Bukan substansi dari diskusi mereka yang menjadi perhatian kita.
Melainkan approach/cara pendekatan yang dilakukan oleh Ibrahim dalam
meyakinkan anaknya terhadap suatu permasalahan yang sangat agung itu.
Kisah tersebut mengajarkan kepada kita bahwa metode “dialogis”
dalam mengajarkan anak sangat didukung oleh ajaran Islam. Kesimpulan ini pula
menolak anggapan sebagian orang kalau Islam mengajarkan ummatnya otoriter
(pemaksaan), khususnya dalam mendidik anak.
10. Ar-Rahman
ayat 1-4 (Tentang subyek pendidikan)
Yang artinya: “(Rabb) Yang Maha Pemurah. Yang telab
mengajarkan al Qur’an.Dia menciptakan manusia.Mengajarnya pandai berbicara
/AI-Bayan”.
Kaitannya ayat ar-Rahman ini dengan Subjek Pendidikan
adalah sebagai berikut:
- Kata ar-Rahman menunjukkan bahwa sifat-sifat pendidik adalah murah hati, penyayang dan lemah lembut, santun dan berakhlak mulia kepada anak didiknya dan siapa saja yang menunjukan profesionalisasi pada Kompetensi Personal
- Seorang guru hendaknya memiliki kompetensi paedagogis yang baik sebagaimana Allah mengajarkan al-Quran kepada Nabi-NYA.
- Al-Quran menunjukkan sebagai materi yang diberikan kepada anak didik adalah kebenaran/ilmu dari Allah (Kompetensi Profesional)
- Keberhasilan pendidik adalah ketika anak didik mampu menerima dan mengembangkan ilmu yang diberikan, sehingga anak didik menjadi generasi yang memiliki kecerdasan spiritual dan kecerdasan intelektual, sebagaimana penjelasan AI-Bayan.
11. Surah Luqman: 13
Artinya: ”Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata
kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah
kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah
benar-benar kezaliman yang besar”.
Dari ayat tersebut dapat kita ambil pokok pikiran sebagai
berikut:
- Orang tua wajib memberi pendidikan kepada anak-anaknya. Sebagaiman tugasnya, mulai dari melahirkan sampai akil baligh.
- Prioritas pertama adalah penanaman akidah dan akhlak. Pendidikan akidah dan akhlak harus diutamakan sebagai kerangka dasar/landasan dalam membentuk pribadi anak yang soleh (Kompetensi Profesional).
- Dalam mendidik hendaknya menggunakan pendekatan yang bersifat kasih sayang, sesuai makna seruan Lukman kepada anak-anaknya, yaitu “Yaa Bunayyaa” (Wahai anak-anakku), seruan tersebut menyiratkan muatan kasih sayang/sentuhan kelembutan dan kemesraan, tetapi dalam koridor ketegasan dan kedisplinan, bukan berarti mendidik dengan keras. (Kompetensi Personal).
12. Surah
al-Kahf ayat 66 (Tentang Pendidik)
Yang artinya: ”Musa berkata kepada Khidhr “Bolehkah
aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara
ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu” (QS. 18: 66)”.
Dari ayat ini dapat diambil beberapa pokok pemikiran
sebagai berikut:
- Kaitan ayat ini dengan aspek pendidikan bahwa
seorang pendidik hendaknya:
Menuntun anak didiknya. Dalam hal ini menerangkan bahwa peran seorang guru adalah sebagai fasilitator, tutor, tentor, pendamping dan yang lainnya. Peran tersebut dilakukan agar anak didiknya sesuai dengan yang diharapkan oleh bangsa neraga dan agamanya. - Memberi tahu kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi dalam menuntut ilmu. Hal ini perlu, karena zaman akan selalu berubah seiring berjalananya waktu. Dan kalau kita tidak mengikutinya, maka akan menjadikan anak yang tertinggal.
- Mengarahkannya untuk tidak mempelajari sesuatu jika sang pendidik mengetahui bahwa potensi anak didiknya tidak sesuai dengan bidang ilmu yang akan dipelajarinya.
13. Surah
asy-Syu’ara: 214
Yang artinya: “Dan berilah peringatan kepada
kerabat-kerabatmu yang terdekat”( QS. 26: 214).
Ayat ini mengajarkan kepada Rasul SAW dan umatnya agar
tidak pilih kasih, atau memberi kemudahan kepada keluarga dalam hal pemberian
peringatan dan pendidikan. Seorang guru harus memberikannya secara seimbang,
tidak membedakan mana yang kaya dan mana yang miskin (menganggap semuanya
sama). Guru wajib menegur kepada anak didik siapapun yang melanggar atau tidak
sesuai dengan kaidah yang telah diajarkannaaya.
14. Surah ‘Abasa
ayat 1-3
Yang artinya: “Dia (Muhammad ) bermuka masam dan
berpaling. Karena telah datang seorang buta kepadanya Tahukah kamu barangkali
ia ingin membersihkan dirinya dari dosa” QS. 80: 1 – 3)
Pesan yang dapat kita ambil adalah:
- Setiap insan berhak memperoleh pendidikan, tanpa mengenal ras, suku bangsa, agama maupun kondisi pribadi/fisik dan perekonomiannya.
- Sebagai seorang pendidik harus bijak dalam menghadapi anak didiknya dan tidak membeda-bedakan hanya karena fisik yang tidak sempurna. Misal tingkatkan pula pelayanan pendidikan pada peserta didik yang difabel.
15. Surah al-Ankabut:
19-20
Yang artinya: “Dan apakah mereka tidak
memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian
mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. Katakanlah:
“Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan
(manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi.
Sesungguhnya.Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 29: 19 – 20).
Dari ayat tersebut di atas (al-Ankabut: 19 – 20)
memerintahkan kepada kita untuk:
- Melakukan perjalanan, dengannya seseorang akan menemukan banyak pelajaran berharga baik melalui ciptaan Allah yang terhampar dan beraneka ragam, maupun dari peninggalan lama yang masih tersisa puing-puingnya. Hal ini mengisyaratkakn kepada kita bahwa pengalaman merupakan kunci sebagai tolok ukur perkembangan dalam setiap perubahan yang dilakukan. Selain itu dari pengalaman yang kita lakukan maupun dari pengalaman orang lain lakukan selayaknya dijadikan sebagai ibrah untuk menuju yang lebih baik.
- Melakukan pembelajaran, penelitian, dan percobaan (eksperimen) dengan menggunakan akalnya untuk sampai kepada kesimpulan bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini, dan bahwa di balik peristiwa dan ciptaan itu, wujud satu kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Besar. Pemikiran ini adalah tujuan akhir dari semua yang dikerjakan oleh setiap manusia.
16. Surat
al-‘Alaq ayat 1-5
Yang artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama
Tuhan-mu yang Menciptakan. Dia telah Menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhan-mulah Yang Maha Mulia. Yang Mengajar (manusia) dengan pena.
Dia Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. 80: 1 – 5).
Ayat diatas dikaitan dengan pendidikan adalah sebagai
berikut:
- Iqra` bisa berarti membaca atau mengkaji. sebagai aktivitas intelektual dalam arti yang luas, guna memperoleh berbagai pemikiran dan pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam, karena iqra` haruslah dengan bismi rabbika
- Kata al-qalam adalah simbol transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai dan keterampilan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kata ini merupakan simbol abadi sejak manusia mengenal baca-tulis hingga dewasa ini. Proses transfer budaya dan peradaban tidak akan terjadi tanpa peran penting tradisi tulis–menulis yang dilambangkan dengan al-qalam.
Hubungan agama dan iptek? Secara garis besar,
berdasarkan tinjauan ideologi yang mendasari hubungan keduanya, terdapat 3
(tiga) jenis paradigma yaitu:
- Paradagima sekuler: paradigma yang memandang agama dan iptek adalah terpisah satu sama lain. Sebab, dalam ideologi sekularisme Barat,agama telah dipisahkan dari kehidupan (fashl al-din ‘an al-hayah). Eksistensi agama tidak dinafikan hanya dibatasi perannya.
- Paradigma sosialis, yaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafikan eksistensi agama sama sekali. Agama itu tidak ada, dus,tidak ada hubungan dan kaitan apa pun dengan iptek.
- Paradigma Islam, yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan.
17. Surah At-Taubah ayat 122
Yang artinya: “Tidak sepatutnya bagi orang-orang
yang muKmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari
tiap-tiap golongan diantara mereka beberapaorang untuk memperdalam pengetahuan
mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya, supaya mereka
itu dapat menjaga dirinya”. (QS. 09: 122).
Ayat ini memberi anjuran tegas (tahdid) kepada umat
Islam agar ada sebagian dari umat Islam untuk memperdalam agama. Dikatakan juga
bahwa yang dimaksud kata tafaqquh fi al-din adalah menjadi seorang yang mendalam
ilmunya dan selalu memiliki tanggung jawab dalam pencarian ilmu Allah. Dengan
demikian menurut tafsir ini dalam sistem pendidikan Islam tidak dikenal
dikhotomi pendidikan.
18. Surat
An-Nahl ayat 125
Yang artinya: “Ajaklah kepada jalan Tuhan mu dengan
cara yang bijaksana dan dengan mengajarkan yang baik, dan berdiskusilah dengan
mereka secara lebih baik”. (QS. 16: 125)
Ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari ayat
ini bahwa metode yang di lakukan dalam proses pendidikan diantaranya: ceramah
dan diskusi.
19. Surat
Al-‘Araf ayat 35
Yang artinya: “Hai anak cucu Adam! Jika datang
kepadamu Rasul-rasul sebangsamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU, maka
barangsiapa yang bertaqwa dan mengadakan perbaikan, niscaya mereka tidak merasa
ketakutan” (QS. 07: 35)
Metode cerita / ceramah ini digunakan oleh Rasulullah
untuk menyampaikan perintah-perintah Allah.
20. Surat
Ar-Rahman ayat 47-48
Yang artinya: “Nikmat yang manalagi yang akan kamu
dustakan? Kedua surga itu mempunyai serba macam pohon dan buah-buahan”.
(QS. 55: 147 – 48).
Dalam surat Ar-Rahman ayat 47-48 tergambarkan bahwa
Tanya jawab merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pendidikan.
21. Surah
al-Baqarah: 31
Yang artinya: “Dan Dia mengajarkan kepada Adam
nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para
Malaikat lalu berfirman:”Sebutkanlah kepadaKu nama benda-benda itu jika kamu
memang orang-orang yang benar”. (QS.02: 31)
Proses pendidikan terhadap manusia terjadi pertama
kali ketika Allah SWT selesai menciptakan Adam as, lalu Allah SWT mengumpulkan
tiga golongan mahluk yang diciptakan-Nya untuk diadakan Proses Belajar Mengajar
(PBM). Tiga golongan mahluk ciptaan Allah dimaksud yaitu Jin, Malaikat, dan
Manusia (Adam Alaihissalam) sebagai “mahasiswa” nya, sedangkan Allah SWT bertindak
sebagai “Maha Guru” nya. Setelah selesai PBM maka Allah SWT mengadakan evaluasi
kepada seluruh mahasiswa ( jin, malaikat, dan manusia) dengan cara bertanya dan
menyuruh menjelaskan seluruh materi pelajaran yang diberikan, dan ternyata Adam
lah (dari golongan manusia) yang berhasil menjadi juara dalam ujian tersebut.
Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat baik
berupa pengetahuan ataupun pengalaman yang membangun dalam kehidupan kita.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati, apabila terdapat kesalahan dari
kata-kata maupun maksud yang kurang bener, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Wallahu
a’lam bissowab
22. Surah
Thoha:114
Alloh
Ta'ala berfirman :
وَ قُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْماً
" ... dan katakanlah olehmu - Wahai tuhanku, tambahkanlah untukku ilmu " [ Thoha: 114]
23. Surah Az
Zumar: 9
Alloh Ta'ala berfirman :
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ
وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَاب
Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang
yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya
orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.[QS Az Zumar: 9]
24. Surah Al
Mujadaah: 11
يَرْفَعِ
اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَ الَّذِينَ أُوتُوا
الْعِلْمَ دَرَجَات
Alloh Ta'ala berfirman :
"Alloh mengangkat derajat orang-orang yang
beriman di antara kalian serta orang-orang yang menuntut ilmu beberapa derajat [ Al
Mujadaah: 11 ]
25. Surah Ali
Imraan : 18
Alloh Ta'ala berfirman :
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ
إِلَّا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَ أُولُو الْعِلْمِ
قَائِماً بِالْقِسْطِ
“Allah menyatakan bahwasanya tidak
ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para
malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak
ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.” [Ali Imraan : 18]
26. Surah Ali
Imran: 7
Alloh Ta'ala berfirman :
وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا
اللَّهُ وَ الرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ
آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا
... dan tidak ada yang mengetahui
takwilnya kecuali Allah. Dan orang yang mendalam ilmunya berkata,”Kami beriman
kepada ayat-ayat yang mutasyabihat semuanya itu dari sisi Tuhan kami…” [Ali Imran:
7 ]
27. Surah Al Fathir: 28
Alloh
Ta'ala berfirman :
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. [Al Fathir: 28]
28.
Surah Al-Muzzammil : 4

Artinya: “Dan bacalah
Al-Qur’an itu dengan
perlahan/tartil
(bertajwid)”[QS:Al- Muzzammil (73): 4]. Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah SWT
memerintahkan Nabi SAW untuk
membaca Al-Qur’an yang
diturunkan kepadanya dengan
tartil yaitu memperindah pengucapan
setiap huruf-hurufnya (bertajwid).
29. Surah Al-Furqaan
32:

Artinya: “Dan Kami (Allah) telah bacakan
(Al-Qur’an itu) kepada (Muhammad s.a.w.) secara tartil (bertajwid)”[Q.S.
Al-Furqaan (25): 32].
DALIL MENUNTUT ILMU DARI AL HADITS
30. Rasululloh
Bersabda :
طَلَبُ العِلْمِ
فَرِيْضَةٌ عَلَىْ كُلِّ مُسْلِمٍ
" Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim" [ H.R. Ibnu Majah ]
" Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim" [ H.R. Ibnu Majah ]
31. Rasululloh
Bersabda :
مَنْ
يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
"
Siapa saja yang alloh kehendaki baginya kebaikan maka ia akan difahamkan dalam
masalah agama" [ H.R. Bukhari & Muslim ]
32. Rasululloh
Bersabda :
لا
حَسَدَ إلاَّ في اثنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاه اللهُ مَالاً فسَلَّطَهُ عَلى هَلَكتِهِ
في الحَقَّ ورَجُلٌ آتَاهُ اللهُ الحِكْمَةَ فَهُوَ يَقضِي
بِها
وَ يُعَلِمُّها
"
Tidak diperbolehkan iri kecuali pada dua hal; Seorang laki-laki yang Alloh
karuniai harta lantas ia membelanjakannya di jalan yang benar dan seorang yang
Alloh karuniai hikmah (ilmu) lantas ia beramal dengannya serta
mengajarkannya" [ H.R. Bukhari & Muslim ]
33. Rasululloh
Bersabda :
إذا
مات الإنسان انقطع عنه عمله إلّا من ثلاثة: إلّا من صدقة جارية، أو علم ينتفع به،
أو ولد صالح
يدعو
له
"jika
seorang anak Adam (manusia) meninggal, maka seluruh amalannya terputus kecuali
dari tiga hal; Shedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang
senantiasa mendoakannya"[ H.R. Muslim ]
34. Rasululloh
Bersabda :
مَنْ
سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ
طُرُقِ الْجَنَّة
“Barangsiapa
yang menapaki suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memudahkan
baginya jalan ke Surga. [ H.R. Ibnu Majah & Abu Dawud ]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar